Gallery

Cerita PON ke-XVIII Riau

Tulisan ini ga keseluruhan membahas tentang PON, jadi kalau merasa salah masuk kamar, sile tutup pintu kamar ini. Eeh,ga pakai dibanting ya nutupnya..😆

Besok siang sekitar jam 15.30 rencananya aku dan beberapa rombongan dari kampus akan bertolak ke Batam untuk ngadain kunjungan industri selama 3 hari. Nah, berangkatnya pakai pesawat terbang (bukan pesawat televisi tentunya) dan ini pengalamanku untuk yang pertama kalinya naik pesawat. NORAK? Hmm.. sebenarnya ga juga sih, soalnya aku kasi tau satu hal, dari semua teman-teman yang ikut, satupun belum ada yang pernah naik pesawat. Ssstt.. jangan bilang siapa-siapa ya..😀

Jadi, siang tadi aku di telpon sama salah satu teman ku yang ngajak pergi ke bandaranya bareng. Sebenarnya aku mau pakai jasa sahabatku si I buat ngantarin, tapi aku pikir ga ada salahnya sekali-sekali bareng sama mereka. Udah lama juga ga sama-sama semenjak perpisahan kelas waktu semester 3 itu. Hitung-hitung reuni walau cuma setengah jam di taxi nantinya. Sekalian mau bantu teman yang ga ada yang bisa ngantarin ke bandara. Yaa..intinya beramal baik untuk sesamalah. #Preeett..

“Sama siapa ke bandaranya, Ai?” Tanya temanku.

“Rencananya mau sama si I, Ri. Napa gitu?”

“Ga, rencananya kalo ga diantarin kita mau berangkat pakai taxi aja. Bareng-bareng dari kosannya Em. Kamu diantarin sama pacar ya?”

“YAIIIKK.. PACAR?? Yang bener aja neng, emang masih zaman ya pacaran? Kalau udah mantap langsung tembak aja bapaknya. Eh, datangi bapaknya buat bicara serius. Atau biar lebih afdhol bicarain sama MR”, batinku.“Ga Ri, diatarin si I sih sebenernya. Tapi belum dibilangin ke orangnya. Hmm..kalau mau bareng boleh, nanti ketemuan di kosannya Em ya?”, jawabku.

“Oke deh, ntar kabar-kabari ya. Kalau perginya pisah-pisah, ntar susah nyarinya di bandara. Bandarakan udah di renovasi karena PON ini”

“Oke, Ndan..!!” jawabku bersemangat. Sama semangatnya dengan peserta PON ke- XVIII kali ini.🙂

Sore tadi ke tempat Amak (panggilan untuk kakak dari ibu) dan ternyata amak mau ke Jakarta, berobat katanya. Kasihan Amak, setiap mikirin sesuatu pasti jatuh sakit. Hmm.. sebenarnya ga perlu terlalu dipikirkan masalahnya, cuma ya begitulah, bukan Amak namanya kalau ga risau sama anak-anaknya.

Waktu lagi di tempat Amak, anaknya yang udah berkeluarga datang, dan waktu ngeliat aku dia bilang, “Duuh, makin cerah aja mukanya, Ai? Udah ada ya? Siapa orangnya?”, cibirnya melihat jerawat di wajahku yang mulai bersemi semenjak ngerjain KP (Kerja Praktek) plus TA (Tugas Akhir). Alhamdulillah sepertinya jerawatnya itu jerawat TA, karena sekarang pupuknya (TA, red) udah ga pernah dikasi lagi. Tamat.

“Owh..udah dong kak, tinggal nunggu waktunya aja lagi”, tandasku.

“Waah, Mak. Ngalahin kakak nampaknya dia?”
Haha..

Waktu mau ke bandara ngantarin Amak, si oom bilang mobilnya ga muat bawa semua pasukan, terutama pasukan dari si kakak yang bawa 3 orang anaknya. Kebetulan aku pakai motor, jadi ponaanku yang paling kecil bilang sama kakak ku, “Ummi, kita perginya bareng kakak itu aja ya?!”

Hehe.. dipanggil kakak, padahalkan harus manggil tante (panggilan yang biasa di keluargaku). Emang masih baby face ya gimana lagi?😛

Saat pulang dari tempat Amak, aku ngeliat beberapa baliho berkaitan dengan PON yang sedang berlangsung di Riau di sepanjang jalan (kenangan). Satu baliho yang membuatku tergelitik karena ga sengaja baca tulisan yang berbunyi, “Selamat Jalan Sang Juara”. Hoho.. lucu aja, perasaan baru kemarin baca baliho, “Selamat Datang Sang Juara” dan “Selamat Bertanding Sang Pemenang”.

Coba kita liat satu persatu. Untuk tulisan “Selamat Datang Sang Juara” mengidikasikan kalau tuan rumah pesimis menang sama peserta dari daerah lain😀 Dan untuk tuliasan “Selamat Bertanding Sang Pemenang” mengindikasikan tuan rumah ngasi semangat cuma untuk seluruh pemenang (saja). Dan sekarang, sebelum penutupan PON tanggal 22 Septermber besok ada baliho yang bunyinya “Selamat Jalan Sang Juara”. Cepat banget waktu berlalu. Haha.. #Abaikan..

Sebagai orang yang udah lama tinggal di Pekanbaru, belum pernah sekalipun aku ngeliat pertandingannya. Padahal di kampus tempat pertandingan taekwondo. PARRRAAH, kan? Hah..Biar..

Pembukaan kemarin juga ga pergi ke stadion, kata orang-orang dimana-mana macetnya minta duit, eh macet minta ampun ding😀 Harga tiket sampai 2 jeti. Kaya mau liat konser Suju aja 2 jeti. Untuk anak kos sepertiku, mungkin mikir uang segitu lebih baik untuk bayar SPP, lebihnya bisa untuk beli kerupuk. #Kyaaa, kerupuk??😀 Harga tiket paling murahnya aja 100rb. Dan wal hasil, kata orang-orang lagi (kata orang-orang karena aku ga punya tipiiii.. duuh, kasihan. Tepatnya antenanya dirobohin sama angin, haha..) banyak bangku yang kosong. Karena itu, tiket masuk stadion akhirnya digratiskan. “Ahh.. itukan pesta rakyat, acaranya juga pakai uang rakyat, masak mesti bayar tiket? Capcay dee..”, celoteh salah satu temanku.

Beberapa venue yang plafonnya bocor, roboh di terpa angin, penginapan untuk atlit yang juga bermasalah di awalnya, ahh.. semoga ini pelajaran buat kita kedepannya. Semoga kita lebih bisa bertanggungjawab sama kepercayaan yang udah diberikan.

Buat tempat-tempat megah yang dibangun khusus untuk PON ke-XVIII ini semoga perawatannya bisa maksimal, sehingga ga cuma tinggal puing kenangan untuk anak cucu nanti.

“Selamat Jalan Sang Juara. Selamat Datang KPK”, oops.. status fesbuk temanku beberapa jam yang lalu..

Semoga Allah senantisa melimpahkan rahmatnya untuk kita. Semoga Allah mengembalikan kita dari kesesatan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa hambaNya yang bertaubat. Aamiin..

Peace..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s