Gallery

Berbagi dengan Kesederhanaan

Kemarin sekitar jam 11 aku ke kampus untuk menemui beberapa orang teman di perpustakaan untuk membahas tentang TA yang sedang mereka garap. Tapi, seperti biasa jam 12 perpus udah harus break. Jadi kitapun break untuk membahasnya. Waktu ngeliat teman-teman yang lagi ngumpul di depan jurusan, sepertinya masih lama atau lebih tepatnya ga jelas mau makannya kapan. Padahal jam 1 aku harus berada di kampus lagi. Jadinya mutusin buat makan sendirian di sebuah warung yang terletak tak jauh dari kampus.

Warung ini sangat sederhana, bersatu dengan rumah mungil mereka. Hanya ada 4 buah meja dan setiap meja diberi 4 buah kursi. Tempat favoritku adalah kursi yang menghadap ke ruang tamu keluarga kecil ini dengan tivi 21’ yang mereka miliki. Yang membuatku nyaman berada di sini selain tempatnya yang sederhana, makanan yang lumayan enak, harga anak kuliahan, ada si kecil anak ibu yang punya warung umurnya sekitar 1 tahun. Ada juga si kakak dan si abang. Meliahat mereka bermain, gurauan si kakak sama si adik yang selalu membuatku merasa kembali seperti beberapa tahun yang lalu, saat aku dan abangku yang paling cakep di kurung sama ibu di kamar karena sering berantem. Dan akhirnya diledekin sama teman sebaya yang kamarnya sebelahan sama kamar kami dikurung.😀 Beberapa waktu yang lalu, saat si ibu nyuapin adik kecil ini, aku jadi ingat sama ibu di rumah. Waktu ibu nyuapin aku, ibu yang ngabisin nasiku yang tersisa, ibu yang ngegendongku selama yang ia bisa, tidur di ruangan ibu waktu lagi di sekolah, ibu yang.. . Haa..indahnya masa-masa itu.

Waktu lagi milih-milih menu untuk makan siang, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang ngebuka tempat nasi di warung ini. Awalnya aku mengira ini anak si ibu yang punya warung. Tapi, waktu si ibu ngelarang anak tadi ngambil nasinya sendiri, baru aku sadar kalau dia bukanlah anak si ibu. Dan dia bilang, “pakai ayam, ayam..!!” sambil nunjuk ke arah ayam panggang yang terlihat menggodanya.🙂 Setelah aku memesan makanan, kemudian mencari tempat favoritku tadi.

Tak lama pesananku datang. Dan ketika itu, aku melihat anak laki-laki tadi makan dengan lahapnya, seperti orang yang tak bertemu nasi 3 hari. Segera makanannyapun habis tak bersisa, kemudian tanpa ucapan apapun dia pergi dengan mata yang was-was. Ku pikir mungkin dia punya kelainan. Si ibu hanya merapikan sisa makanan tadi tanpa ada rasa kesal sedikitpun, cuma dia bilang, “apa salahnya kalau mau makan ya minta dulu”, aku hanya menjawab “mungkin dia ada gangguan bu”. Setelah itu, si ibu kembali bercerita tentang kedatangan seorang ibu yang menggendong seorang anak yang minta makan ke warung ibu ini. Tanpa basa basi si ibu ngambilin nasi untuk ibu tadi. Kemudian ibu yang datang tadi minta baju-baju bekas untuk anaknya. Si ibu yang punya warung lagi-lagi ngasi beberapa helai baju yang masih layak pakai. Tak hanya itu, ibu tadi juga minta uang kepada ibu yang punya warung. Dan akhirnya, beberapa lembar uang telah ada di tangan ibu yang meminta tadi.

Subhanallah. Betapa mulia ibu yang punya warung ini. Jika dilihat dari warung nasinya, tempat tinggalnya, dan 3 orang anak yang harus ia besarkan, ia masih saja bisa memberi. Iya, memberi tanpa meminta balasan apapun. Coba sesaat kita berkaca. Sudahkah kita memberi hari ini? minggu ini? Bulan ini? Atau kita hanya memberi (sedekah di kotak amal mesjid) saat sholat ‘ied? Ataukah kita hanya mengeluarkan zakat dari rezki yang banyak dan berlimpah ini saat di akhir ramadhan saja?

Allah, terimakasih atas pelajaran yang ku dapatkan kemarin. Hidup yang indah meski dalam keadaan yang sempit. Semoga keluarga kecil ini dihiasi dengan keberkahan, semoga adik-adik kecil itu menjadi anak yang sholeh dan sholeha, semoga warung si ibu makin laris, semoga si dedek cakep yang baru bisa berdiri itu segera berlari melihat dunia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s