Gallery

Beginilah Cinta..

Tulisan ini sebenarnya udah lama tersimpan, tapi lagi pengen posting masalah ini aja. Semoga ada manfaatnya..🙂

Berasa lebih dari 149 SKS pelajaran yang kudapat darinya kemarin. Setelah petualangan kami dari pagi hingga petang, cerita itupun berlanjut. Paling tidak, selama aku bersamanya kemarin dapat ku ambil kesimpulan:

1. Bersiaplah kehilangan ketika ada yang datang padamu. Artinya, mungkin di awal kita hanya berteman biasa atau malah tidak mengenal satu sama lain. Tapi, dengan berjalannya waktu, meski dengan hijab yang berusaha di pertahankan, akhirnya hati juga yang berbicara. Tak dapat menepiskannya bahwa “aku menyukainya” dan mulai saat itu, perhatian yang lebihpun selalu datang. Mungkin pemberi perhatian tak menyadari sikapnya yang berlebihan itu. Tapi, tahukah kalian wahai insan, setiap orang diberikan naluri untuk merasakannya. Tak perlu menyebutkan bahwa kalian menyukainya, karena semua terjawab dari sikap yang terlahir. Tahukah kalian wahai insan, mungkin saja sebenarnya mereka respek terhadapmu, tapi karena sikap yang kalian berikan membuatnya tidak nyaman. Dan tahukah kalian bahwa orang tak bisa melakukan sesuatu dengan hati yang tertekan dan dalam kondisi yang tidak nyaman.

Ketahuilah, bahwa rasa itu tak bisa dibohongi, cinta itu tak dapat di bagi. Cukup kepada dialah kelak cinta ini akan berlabuh. Jangan paksa seseorang menyukai dengan cara perhatianmu yang berlebihan. INGAT..!! semua yang berlebihan itu tidak baik.

2. Jangan paksa aku untuk –begitu saja— mencintainya. Cinta itu datang bukan karena paksaan. Dan sebenarnya aku tak setuju dengan orang yang mengatakan bahwa cinta hadir bukan karena sebab. Seseorang mengatakan bahwa kita tidak pernah tau sebab kita mencintai seseorang, karena ia mengalir begitu saja. Beliau mengatakan, “jika kalian mencintainya karena sebab, maka itu bukanlah cinta”. Tapi, yang aku percaya bahwa cinta datang karena sebab.

Jadi, benarlah bahwa aku mencintaimu karena keimananmu, kata Ibnul Qayyim, jika hilang keimanan itu padamu, maka hilanglah pula rasa cintaku padamu.

3. Ada pasangan yang hanya untuk di dunia saja

4. Sekufu itu tak selalu harus sama. Sekufu itu tak harus mereka yang lembut dengan yang lembut, yang pintar dengan yang pintar, yang kaya dengan yang kaya. Tapi, ia lebih kepada saling mencukupi kekurangan yang ada pada diri masing-masing yang membuat mereka nyaman dengan keberadaan yang lain. Coba pikirkan, bagaimana jadinya rumah tangga jika suami pemarah tak diseimbangi dengan istri yang penyabar? Bagaimana jadinya rumah tangga jika si pintar bertemu dengan si pintar? Karena biasanya kepintaran membuat ego meningkat sebab merasa dialah yang paling benar, paling tau dan tak mau mendengar pendapat yang berlainan darinya. Bagaimana jadinya jika suami yang punya jabatan penting di kantor bertemu dengan istri yang suka berfoya-foya? Siapa yang mengurus anak, siapa lagi yang akan mengurus suami kalau bukan pembantu?

Setiap insan diciptakan dengan pasangannya masing-masing. Persoalan yang ada tergantung bagaimana kita mengkomunikasikan masalah dengan cara yang arif dengan sikap yang tawaduk. Yang terpenting bukan bagaimana cara berangkatnya, kata Salim A. Fillah, tapi dengan siapa engkau berangkat.

5. Kita hanya bisa menjaga, tapi Allah lah yang punya rencana.

6. Jika telah tiba saatnya, tak mesti bertanya, ia akan menjawab tanpa ditanya.😉

“pilihlah teman sebelum memilih jalan dan siapkanlah bekal sebelum berangkat”, kata Al-Khatib

Haduh..haduuuhh.. mulai deh sotoy-nya kambuh..😛
Itu menurutku, bagaimana menurutmu?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s