Gallery

Prinsip dan Keadaan

tunas-bambu
Gambar: si mbah -google-

Masih rebung saja liatnya bukan main, apatahlagi telah menjadi bambu.

Kadang, terbiasa hidup dengan orang-orang yang mempunyai satu tujuan, kemudian dihadapkan dengan dunia yang penuh dengan sirkus ini, rasanya amat janggal. Belajar menapaki jalan yang lurus kemudian bertemu dengan belokan-belokan dengan kondisi jalan yang rusak, bahkan teramat rusak, membuat kaki ini perih menginjak kerikil tanpa alas. Terbentur prinsip dan keadaan. Manakah yang dipilih? Teguh dengan prinsip atau melebur dengan keadaan, meleleh karena dunia?

“Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing [alghuroba]”. (HR. Muslim)

“Berbahagialah orang yang asing. Mereka adalah orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka” (HR. Ahmad)

“Berbahagialah orang-orang yang asing, yaitu mereka yang mengadakan perbaikan [ishlah] ketika manusia rusak” (HR. Abu amr Ad Dani dan Al Ajurry)

Welcome to the jungle, kids..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s