Gallery

Pembelajaran

Dalam bukunya yang berjudul “Perilaku Organisasi: Organizational Behaviour”, Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge mengatakan bahwa pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Hal yang dilalui untuk mendapatkannya dengan berprilaku, berkreasi, dan merespon, sebagai hasil dari pengalaman dengan satu cara yang berbeda dari cara berprilaku sebelumnya.

Sebagai contoh. Suatu hari, di akhir perkuliahan, dosen memberi tugas baca kepada mahasiswa, tidak perlu dikirim via email ataupun mengumpulkan dalam bentuk hardcopy, namanya juga tugas baca. Dosen mengatakan bahwa pertemuan selanjutkan akan diacak beberapa orang mahasiswa untuk memberikan kesimpulan dari apa yang telah mereka baca. Namun, pada pertemuan selanjutnya, hanya beberapa orang saja yang berani mengatakan bahwa mereka telah membaca dan memberikan kesimpulan dari tugas tersebut. Yang lainnya tak berani mengakui bahwa mereka telah membaca, dengan alasan “itu hanya tugas baca dan tidak untuk disampaikan di kelas” atau dalam artian hanya sebagai tacid knowledge (ilmu yang dimiliki tanpa dishare ke orang lain). Padahal, maksud dosen memberikan tugas baca agar mahasiswanya mentransfer apa yang ia ketahui dari tugas yang telah diberikan serta mencari pemecahan dari masalah.

Berbagai alasan yang dilontarkan oleh mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas. Dan saat ditanya kepada kosma, yang menjadi ketua suku di kelas dan termasuk salah satu orang yang tidak “mengecungkan tangan”, si kosma bilang, “maaf bu, lupa”. Haiyyaa.. untung dosennya udah sarapan.

Sejak saat itu, satu hari menjelang perkuliahan, si kosma sering menanyakan kepada dosen apakah besok ada tugas? Karena biasanya kosma adalah seorang informan untuk teman-teman dan memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinir kelasnya. Sekali dua kali dosen menanggapinya dengan senyuman, tapi selanjutnya ia membalas SMS dengan kalimat, “Ada. Besok ingat-ingat apa yang saya bilang, supaya ga lupa😀 ”.

Dan kosmapun membalas, ”Emang tugas apa bu? Perasaan kemarin ga ada tugas bu”

“Nah, coba baca lagi dan pahami isi SMS tadi”

“Owh, berarti ga ada kan bu?”

“Pinter..🙂 ”

“Hehe, makasi ya bu.. maklum, saya mudah ingat, tapi juga mudah lupa”

Haiyya.. dan yang nulis pun lapar..😀

Contoh lain. Suatu ketika, ada seorang anak yang diajak temannya dalam sebuah pertemuan. Tapi sayangnya, si teman lupa kalau pertemuan itu bukan untuk temannya. Dengan kata lain, si anak jadi salah tempat dan salah tingkah. Dan akhirnya, ia akan selalu berhati-hati dalam menyeleksi ajakan siapapun, karena apa? Pengalaman telah mengajarkannya, bahwa ada kotak yang tak boleh ia buka dan kotak itu bukanlah miliknya, paling tidak untuk saat ini.

Sama halnya dengan cerita di atas. Si kosma akan merasa was-was dan berhati-hati sebelum perkuliahan berlangsung. Selalu menyakan hal-hal yang sebenarnya mungkin tak perlu ia tanyakan setiap akan kuliah. Tapi, itulah pembelajaran, perilaku yang berubah relatif permanen.

Jika perubahan perilaku hanya berselang sehari dua hari –tidak permanen, itu bukanlah pembelajaran, mungkin hanya sebagai pengaplikasian dari sebuah motivasi yang baru saja ia dapatkan. Begitu..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s