Gallery

Ngabolang, eh..

Siang ini, sekitar jam 3 saya dan seorang teman berniat untuk menghadiri walimahan seorang teman seangkatan. Lokasi TKP di ujung negeri dan saya pun tinggal di ujung negeri. Di sepanjang jalan, terlihat bangunan dan ruko-ruko baru mulai berjejer di mana pedangang kaki lima dulunya mencari nafkah. Dua minimarket yang terlihat mulai menjamur di kota berkuah eh bertuah ini saling bersaing mencari pelanggan, di mana kaki berpijak, selalu ada mereka. Sepertinya dua minimarket ini dua sejoli yang tak bisa dipisahkan, dimana ada si A di situ ada si I.

Setelah mencicipi soto –ini asli soto lho, rombongan lainnya pun datang. Tapi, karena waktu ashar udah masuk, kita beranjak dari sana untuk sholat di mesjid atau musholla terdekat. Tak jauh dari sana, ada sebuah mesjid yang terlihat seperti sedang direnofasi dan jika dilihat sepintas, tak enak rasanya sholat di sana. Kamipun memutuskan mencari musholla yang lain. Saat ngisi bensin di SPBU, terlihat jelas tulisan “MUSHOLLA” di dinding salah satu ruangan berbentuk segi empat itu. Tapi, sepertinya tak safety jika harus sholat di sana. Pencarianpun terus berlanjut.

Di salah satu jalan besar, saya yang mengendarai motor membelokkan motor ke kiri, berharap hendak mencari jalan pintas karena jalanan yang macet. Dan baru beberapa meter berjalan, terlihat sebuah musholla di sebelah kiri dengan 3 buah mobil berjejer di depannya. “Alhamdulillah, akhirnya dapat musholla juga” sahut si teman. Tapi, ketika melihat ke dalam, kok ada makanan ya? Dan benar saja, tak lama sebuah suara terdengar dari pengeras suara yang sepertinya sedang membuka sebuah acara. Dan kembali motorpun berjalan mencari tempat yang dicari.

Di gang yang lainnya, kami menemukan musholla yang tertutup pintunya, dan saya bilang kepada si teman untuk membuka pintu tersebut, mana tau ga dikunci. Tak lama berselang, ada seorang kakek bersepeda yang bilang ke kami gini, “tunggu aja bentar lagi, nanti dibuka tu pintunya. Biasanya pintu itu dibuka kalau udah mau masuk waktu sholat”. Toeng!! Maghrib dong kek? Dan akhirnya, saya memutuskan untuk sholat di rumah saudara yang jaraknya tak berapa jauh dari mesjid ini. Lalu, sesampainya di sana, apa yang saya temukan saudara-saudara? Ternyata saudara saya sedang keluar, tapi untung saja saya kenal dengan tetangga yang ada di sana, jadi, ya numpang sholat. Beres perkara..

Fiuhh.. mau sholat saja pengorbanannya minta ampun..

Setelah sholat, kami menjenguk kakak tingkat yang seminggu yang lalu dapat kemalangan. Niatnya mau belajar motor, tapi malah ditabrak motor. Dan dia harus merelakan gigi depannya di cabut, karena patah.

Cerita punya cerita, maghrib pun tiba. Haha.. dasar emak-emak, kalau udah cerita ga kenal waktu. Lagi, kami numpang sholat di rumah orang. And you know pemirsa? Dari cerita singkat saya dengan ibu si kakak, maka diketahuilah kalau beliau adalah sohibnya ibu ane waktu kuliah. Yap, para ibu sahabatan, dan anaknya pun temenan. Baru sekarang saya ngeliat mana yang namanya ibu xxxxx, selama ini ibu cuma cerita kalau dulu beliau punya sahabat namanya xxxxx dan xxxxx. Ternyata dunia itu sempit, sesempit daun pucuk ubi😀 Sudah dua kali kejadian seperti ini terjadi dan yang ke tiga, kita lihat saja nanti.🙂

Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu..
Na na na na na na na na na..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s