Jangan Pilih Nomor..!!

Hore.. waktu menunjukkan hampir jam 12.00, itu artinya saya bisa datang ke TPS yang berada di sebelah rumah untuk memberikan hak suara saya di pemilu kali ini. Setelah sedikit rapi dengan nemplokin bedak di jidat, pipi kanan dan pipi kiri, saya langsung ke TKP. Suasa hening, saya hanya disambut dengan celotehan burung-burung gereja yang mencicit di sela bangunan. Benda pertama yang saya lihat adalah beberapa onggok bilik suara, kemudian baru bisa melihat anggota KPPS, saksi, dan seorang pihak keamanan berseragam hijau.

Saat mendekati meja daftar, seorang ibu paruh baya menyambut saya dengan senyum ramahnya. Saya memberikan fotocopy KTP dan beliaupun membaca alamat saya secara nyaring, ”……., RT.01, RW.02. Nah, ini lagi”, kata beliau dengan mimik bingung. Saya langsung menangkap maksud dan arah perkataan beliau. Karena, sebelum berangkat tadi ibu nelpon dan bilang kalau salah satu tetangga saya di rumah, yang tidak menggunakan KTP setempat tidak diperbolehkan memilih. Sebelum berangkat tadi saya sudah mempersiapkan bahan apa yang akan saya katakan ketika hal yang sama terjadi pada saya. Dengan cepat saya berkata, “iya bu, KTP saya bukan KTP sini, tapi saya tinggal di sebelah”.

Keriuhan mulai terjadi, 5 anggota KPPS memberikan tanggapannya satu per satu. “Ini di mana alamatnya?”, “Sungai Apit, pak”

“Wah, ini saja (menuju ke arah teman kampus saya yang menjadi saksi salah satu capres) yang di Dayun tidak bisa milih, apalagi Sungai Apit”, kata salah satu dari mereka.

“Ga ada KTP yang domisili sini ya? Atau yang KK-nya sini?”, sambung bapak yang lain. (Hoeh..ini nih sebabnya jumlah penduduk Indonesia hanya bisa diperhitungkan dengan kata “sekitar”, karena bisa buat beberapa KTP di daerah berbeda). Saya menjawab, “Ga ada, pak”.

“Coba ibu ke TPS sebelah, apa tanggapan mereka di sana? Kami juga kurang jelas dengan maksud aturannya”. (Toeng, si bapak. Kita ga lagi main bola kan pak? Pakai dioper-oper segala)

“Coba telpon si A, di sana gimana?”, kata salah satu dari mereka

Setelah ba bi bu, saya bertanya, “Peraturan sekarang ada bedanya ya pak sama pemilu sebelumnya (9 April)?”, “Ga ada yang beda, sama saja, tapi..”

“Kemarin saya bisa nyoblos di sini pak, ada Pak M (tetangga depan rumah yang menjadi anggota KPPS)”, “Ooo.. iya, kemarin adik ini milih di sini, Pak M yang bilang kalau adik ini warga sebelah”, kata ibu paruh baya tadi yang mencatat DPKTB seperti saya, di pemilu sebelumnya

“Kamu ga ada surat keterangan domisili dari RT?”, “Ga ada pak, kan RW di sini belum dibentuk (karena untuk perumahan yang saya tempati akan dibuat RW baru. Saya yang ngeyel sih sebenarnya, bukan contoh warga yang baik ya pemirsa😀 )”

“Dia teman kampus saya, pak. Sayang lo pak suaranya”, celetuk teman saya tadi

“Ya sudah, kalau gitu kamu boleh milih, tapi nanti minta izin domisili sama Bu RT nya ya, atau sama saya juga bisa (wkwk.. ternyata bapak ini toh RT saya?? #gigit kurma)

Dengan nafas lega, saya ambil surat suara yang hanya 1 lembar itu. Sebelum sampai di bilik suara, salah seorang dari mereka bilang, “Jangan coblos no …. (teeet, menyebutkan no urut salah satu pasang capres-cawapres), nanti percuma saja kamu diizinkan nyoblos”. “Hehe.. tenang pak, ternyata pilihan kita sama”. Setelah memeberi tanda telah mencoblos di kelingking kiri, sayapun pulang dengan hati senang, sangat senang. Karena, 1 suara begitu berharga.

Mungkin sedikit koreksi untuk pemilu berikutnya, baik ketua KPPS, anggota, saksi, bahkan pihak keamanan harus benar-benar paham dengan aturan yang ada, agar tidak menimbulkan kerugian dan hal-hal yang tidak baik. Semoga jika terpilih, pemimpin yang saya pilih ini amanah dan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Aamiin.. #

Pilih pemimpin yang Islamnya bagus dan mudharatnya kecil

Pilpres 9 Juli 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s