Kita Punya Cerita

Waktu menunjukkan pukul 17.30an saat hujan mulai membasahi tanah yang mulai berdebu (ceilee.. bahasanya nyastra banget yak). Sebenarnya saat itu saya berniat menyelesaikan perkuliahan di kelas, tapi dikarenakan hujan sudah turun cukup lebat, saya masih melanjutkannya hingga hampir jam 6 sore. Ketika keluar, ternyata masih ada yang kelasnya juga baru selesai, tapi kami berbeda gedung. Dan sepertinya mereka menerobos hujan dengan gagah perkasa😀 Saya merasa tak enak sama adik-adik yang tak bisa pulang karena hujan, tapi mau diapakan lagi? 3 SKS masuknya sore jam 15.30, potong waktu sholat sampai jam 16.00 (masuk saat selesai sholat itu jauh lebih fresh dan tidak mengganggu waktu sholat), keluar jam 17.30an karena ditunggu CS. Aihh.. nikmati sajalah, bukan niat hati ingin seperti itu..

Gedung di fakultas ini ada tiga, sebut saja gedung FST, gedung Psi, dan gedung baru. Nah, kelas saya hari ini ada di gedung FST, dimana terdapat ruang dekanat, ruang senat, ruang dosen, dan cucu-cucunya berada. Dan karena di sini lebih nyaman daripada gedung-gedung lain, makanya saya tetap berada di gedung FST ini.

Suasana yang mulai gelap dan petir bergemuruh seakan saling sahut menyahut dari tempat-tempat yang berbeda, membuat orang-orang berumpul dengan membuat titik masing-masing. Ada yang mengabadikan momen “terkurung hujan” dengan berfoto ria (share fotonya dong), sekedar bercerita ringan, membuka laptop, atau yang pe-de-ka-te terselubung juga ada, peace..😀

Ketika waktu sholat maghrib tiba, perasaan saya semakin tidak enak, “mereka mau sholat di mana? Masjid kampus memang hanya sekitar 200 meter, tapi dengan hujan yang seperti itu tak memungkinkan mereka untuk sholat di sana.” Akhirnya lampu di kepala nyala –tumben, biasanya ga, hoho.. Ting. Saya mengajak mahasiswa cewek untuk sholat di ruang dosen Sistem Informasi di lantai 3 sedangkan yang cowok di sudut ruangan lantai 1. Saya mengira yg cowok akan sholat di ruangan sempit yang kira-kira berukuran 2×5 meter tersebut secara bergantian. Ternyata mereka menggelar sajadah panjang (seperti yang ada di masjid) di ruang tengah lobi lantai 1. Kreatif.. (Y)

Selesai sholat, saya duduk di tangga lantai 1, membaurkan diri dengan mahasiswa. Tidak ada tujuan apa-apa, hanya ingin terlihat seperti mahasiswa saja. Wkwk.. Cerita-cerita dari timur ke barat, akhirnya hujan reda di jam 8 malam. Dan semuanya pulang..

Ketika melemparkan pandangan ke parkiran, ternyata parkirannya banjir saudara-saudara. Tempat yang dulunya rawa ini telah berubah jadi gedung baru dan posisinya pun rendah dari tempat disekitarnya. Jadi, ya begitulah. Untung saja ada seorang mahasiswa yang sengaja tidak saya sebutkan di sini namanya, karena lupa. Hehe.. Saat melangkahkan kaki dari gedung FST ke parkiran yang berada di gedung baru, saya dipanggil sama mahasiswa tadi. Ternyata dia mau membantu saya mengeluarkan motor yang airnya sudah setinggi betis orang dewasa. Syukurlah motornya batuk-batuk dikit aja, mungkin karena kedinginan😀

Terimakasih ya untuk bantuannya. Saya ga bisa menjamin nilai TPO kamu, tapi saya bisa menjamin kamu orang yang baik. Teruskanlah, teruskanlah, begitu.. Uoo..uoo..😀

Ambil saja hikmahnya untuk setiap kejadian. Setidaknya jadi tau apa yang menjadi kegelisan mereka saat kuliah. Nikmati saja adik-adik, jangan terlalu diambil pusing kuliahnya, dijalani saja. Nanti ada saatnya kalian akan merindukan masa-masa seperti ini🙂

Source gambar: MS (2015)

Source gambar: MS (2015)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s