Gallery

Apa yang tidak pernah, bukan berarti..

Apa yang tidak pernah tersampaikan oleh kata-kata
Bukan berarti dia tidak pernah tersampaikan

Apa yang tidak pernah dituliskan oleh huruf-huruf
Bukan berarti dia tidak pernah dituliskan

Apa yang tidak pernah dikirimkan lewat pak pos, mamang kurir,
atau sekadar angin, perantara bulan purnama, bintang-gemintang
Maka bukan berarti dia tidak pernah dikirimkan

Apa yang tidak pernah dihamparkan di atas rumput menghijau,
di atas halaman sekolah, atau sekadar di langit-langit kamar
Maka bukan berarti dia tidak pernah terhamparkan

Wahai, boleh jadi sungguh hal itu telah disampaikan, oleh kerling mata
Boleh jadi sungguh sudah dituliskan, lewat gesture wajah
Mungkin saja sudah dikirimkan, melalui simbol-simbol laksana simbol asap suku pedalaman
Dan bahkan telah dihamparkan melalui semuanya, segalanya

Tidakkah kau mengerti?

Sungguh, apa yang tidak pernah dibisikkan oleh mulut kita
Bukan berarti dia tidak pernah dipanjatkan
Dipanjatkan lewat doa-doa, lewat diam, lewat keheningan hati yang terhormat.
Maka menjalin tinggi ke atas sana
Menunggu jawaban yang pasti dan melegakan hati
Tidak akan merugi bagi yang paham


-Tere Liye-

Advertisements
Gallery

Portal IPI (Indonesian Publication Index)

Ada info bagus nih dari grup sebelah. Info ini didedikasikan penuh buat orang-orang yang membutuhkan πŸ˜€
Copaaass..

Sebagai wujud bakti bagi Indonesia Raya, para Ilmuwan dan Peneliti
Indonesia yang tergabung dalam Institute of Advanced Engineering and
Science (IAES) Indonesia Section mempersembahkan sebuah portal yang disebut
β€œIPI: Indonesian Publication Indexβ€œ. Portal ini dikembangkan laksana
Scopus/Science Direct (ELSEVIER) dan Web of Knowledge (Thomson Reuters),
dua raksasa dunia di bidang penyedia layanan library di dunia, dan
diharapkan bisa menjadi Google-nya Dosen dan Peneliti Indonesia di dalam
mencari referensi untuk penelitian dan publikasi.

Berbeda dengan kedua pangkalan data di atas (Elsevier dan Thomson Reuters)
yang berbayar, IPI dikembangkan secara tak berbayar oleh IAES Indonesia
Section untuk menyediakan layanan library bagi Peneliti dan Ilmuwan
Indonesia guna mendongkrak tumbuh kembang iklim riset dan publikasi yang
sangat jauh tertinggal dengan negara Jiran Singapore, Thailand, dan
Malaysia.

Melalui PortalGaruda.Org semua user bisa secara GRATIS mencari referensi,
mengunduh naskah lengkap dan bahkan mengunduh sitasi dalam berbagai format
dari setiap artikel yang tersedia. Pada PortalGaruda.Org ini, setiap User
bisa mencari artikel berdasarkan judul, nama penulis, nama jurnal, atau
publisher-nya. Demo pemanfaatan PortalGaruda.Org ini bisa dilihat di:
http://www.youtube.com/watch?v=ikpxzCm8Sqc atau dengan mengunjungi alamat
portal tersebut.

JFI, di Indonesia sekurangnya ada emapat (4) pangkalan
data: Dikti dengan Garuda-nya
(link-2, link-3), ITB dengan ICI, Ristek dengan Pustaka Karya Ilmiah
Indonesia &Pustaka Jurnal Ilmiah Indonesia-nya, dan IAES Indonesia
Section dengan β€œIPI: Indonesian Publication Indexβ€œ-nya.

Manjakan diri Anda untuk berselancar di portal di atas, dan semoga menjadi
informasi yang bermanfaat
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
IPI: Indonesian Publication Index, please take a look at:
http://portalgaruda.org/
IAES Journals, please take a look at: http://iaesjournal.com/online
IAES Journals (Section Indonesia), please take a look at:
http://portalgaruda.org/journals
Conferences:
International conferences supported by IAES, please take a look at:
http://www.iaesjournal.com/?page_id=28
SAPIC, please take a look at: http://iaesonline.com/sapic

Best Regards,
Tole Sutikno

Gallery

Tuhan, harap maklumi kami..

Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.

Tuhan, harap maklumi kami, hamba-hamba-Mu yang begitu padat rutinitas, sehingga kami sangat kesulitan mengatur jadwal untuk menghadap-Mu.

Tuhan, kami sangat sibuk, jangankan berjama’ah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, berdo’a, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaumul baith, jangankan puasa Nabi Daut, bahkan puasa ramadhan saja kami sering mengeluh.

Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu. Jangankan sedekah, jangankan jariah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja sering kami lupa.

Tuhan, maafkan kami, kekayaan kami belumlah seberapa, kami masih perlu banyak menabung, sehingga kami tidak bisa menyisihkan sebagian rezeki dari-Mu untuk memperjuangkan agama-Mu.

Tuhan, maafkan kami, kami tak sempat bersyukur. Jiwa kami begitu kurus. Kami tak kunjung puas dengan nikmat-Mu, sehingga kami kesulitan mencari-cari makna karunia-Mu yang layak kami syukuri.

Tuhan, maaf, kami orang-orang sibuk. Bahkan kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu. Kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu.

Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdo’a, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu. Tuhan, tolong, jangan dulu engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami, karena kami masih terlalu sibuk.

Tuhan maaf, kami terlalu sibuk. Padahal Engkau memerintahkan kami berwudhu untuk membasuh wajah kami yang telah penat memikirkan dunia. Padahal Engkau meminta kami bertakbir ketika jiwa kami terasa letih menggapai cita. Padahal Engkau perintahkan kami bersujud untuk meregangkan pundak kami yang telah letih memikul amanah.

Tuhan, maaf, selama ini kami terlalu sibuk. Kami terlalu sombong kepada-Mu, seolah kami tak membutuhkan-Mu. Mohon cahayai hati kami, guyur jiwa kami dengan hidayah-Mu. Agar jiwa ini tawadhu’ di hadapan-Mu. Agar diri ini tegar disaat yang lain terlempar. Agar jiwa ini teguh di saat yang lain runtuh.

Tuhan, maaf, selama ini kami merasa sok sibuk. Padahal, Engkaulah yang Maha sibuk. Kami sering kali telat menghadap-Mu, padahal Engkau tak pernah sekalipun telat memberi kami makan dan minum setiap hari. Kami sering kali lupa menunaikan kewajiban kepada-Mu, padahal Engkau tak pernah lupa menerbitkan mentari di pagi hari. Kami sering kali lalai mengingat-Mu, padahal Engkau tak pernah sekalipun mempergilirkan siang dan malam. Setiap saat keburukan kami naik disampaikan malaikat kepada-Mu, sementara kebaikan-Mu setiap detik tercurahkan kepada kami.

β€œAllah, tak ada Tuhan selain Dia, yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur” (QS. Al-Baqoroh: 255)

Diambil dari buku karangan Ahmad Rifa’i Rif’an dengan judul “Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk”

Gallery

Raef – With You (Chris Brown Cover)

Allah,
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there’s hearts all over the world tonight

What can I do?
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there’s hearts all over the world tonight

Wish I was smarter, when I was younger.
Found something better – made me a winner and,
I’m so glad to be Yours!
It’s my life that you own.

I start my journey when You forgive me
I swear my whole world stops.
You are in my heart and, I’m so glad that its fine
You are One truly kind…

You lighten me!
(I) Feel it, through and through, and
For sure ya Rabbee, there ain’t nothing You can’t do!
Because if I got You,
I don’t need money!
I don’t need cars!
Lord, you’re my all!

And…Oh!
I’m into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..
And now I know I can’t be the only one,
I bet there’s hearts all over the world tonight,
with the Love of their life who feel…what I feel when I’m

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

I don’t want nobody else
Without You there’s no one left and,
the Master of judgment day,
I got to have Your love and I cannot do without,

If I got You,
I don’t need money!
I don’t need cars!
Lord, you’re my all!

Oh!
I’m into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

And I will never try to deny,
That You are my life,

Because if You ever let me go I would die!

So, I won’t front!
I don’t need another mission,
I just need you as my vision!
If I got You, I’ll be straight,
Rabbee I need you every day!

I need Allah…
And the hearts all over the world tonight,
I said there’s hearts all over the world tonight
What can I do?

I need Allah…
And the hearts all over the world tonight,
I said there’s hearts all over the world tonight

Rab ighfirly
Fantal kareemuu!

Wa3fu ya rabbee
Fantar raheemuu!

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

Gallery

Retweet #3

Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis & ada ahli maksiat tapi rendah hati bagai sufi. Ada yang wajahnya tersenyum tapi hatinya mengumpat & ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang banyak tertawa sampai hatinya berkarat & ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan & ada yang bermaksiat tapi menjadi figur. Ada yang pintar tapi membodohi & ada yang bodoh tapi tak tau diri. Ada yang beragama tapi tak berakhlak & ada yang berakhlak tapi tak berTuhan. Pada keadaan saperti ini, dimanakah saya berada?”
(Ali bin Abi Thalib ra)

Gallery

Retweet #2

Seorang guru pernah menasehati, anakku, ada empat prilaku manusia yang amat khas–yang terkadang tidak disadarinya:
1. Menjawab bukan hal yang ditanyakan
2. Bertanya hal-hal yang sudah ada jawabannya
3. Berseru untuk mencari perhatian
4. Berkomentar tapi tidak cocok dengan topiknya

Maka, juga ada empat obatnya, anakku:
1. Mendengar sebelum bicara
2. Membaca sebelum menulis
3. Mencatat sebelum menerangkan
4. Melengkapi sebelum menilai

Tere Liye

Gallery

Masa Depan Dunia Musik Indonesia

Tulisan ini asli hasil copas dari FP-nya Bang Tere Liye. Mari disimak

(saya minta maaf kalau ada yang marah2, ngamuk2; membaca tulisan ini perlu rasa humor yg baik)

Saya penggemar musik, dan pengamat musik amatiran. Maka saya pikir, setelah kepergian Chrisye, vakumnya KLA Project, Kahitna dan beberapa group band lawas, dunia musik Indonesia menghujam kehancuran, menuju kemunduran–seperti film2 nasional yang dipenuhi film hantu, pocong dan sejenisnya; ternyata tidak. Saya sungguh keliru. Ternyata selain bermunculannya gerombolan group band bernuansa melayu yang begitu memukau, energik serta amat-amat menghibur dengan lagu yang mendayu-dayu, menghentak telinga, begitu membuat merinding serta dahsyat luar biasa, ternyata kabar baik itu masih disusul dgn fenomena group penyanyi cowok dan cewek yg bagai jamur di musim penhujan, bermunculan bakat-bakat hebat.

Ini kabar baik, karena setidaknya ada 5 alasan kenapa saya bilang fenomena ini adalah tanda masa depan musik Indonesia yg begitu hebat dan cemerlang. Apa saja, here we go:

1. Mereka sangat kreatif. Saya belum pernah melihat kreatifitas seperti ini di dunia musik. Bahkan, penyanyi2 di negara korea menjiplak habis kreatifitas anak muda Indonesia yg amat membanggakan ini. Tidak, bukan cuma gaya tampilan, cara berpakaian, lagu2, bahkan nama group-nya saja dijiplak habis oleh penyanyi korea sana. Benar2 tidak tahu malu bangsa Korea ini, sy belum pernah melihat bangsa penjiplak seperti korea.

2. Musikalitas tinggi. Coba dengarkan salah-satu lagu mereka. Astaga, sy pikir, Chrisye atau KLA Project akan malu dengan standar tinggi aransemen, cara bernyanyi dari anak2 muda ini. Begitu energik, begitu hebat, dan begitu menawan. Inilah cermin sebuah proses bermusik yg mulia dan indah. Coba dengar suara mereka saat live, benar2 bagai suara bulu perindu. Saya bahkan malu menyanyi di kamar mandi lagi.

3. Tampilan yang hebat. Kalau kalian belum pernah melihat klip mereka, terlalu. Kalau kalian belum pernah melihat mereka beraksi di panggung, lebih terlalu lagi. Coba lihat pakaian yg mereka kenakan, pernak-pernik, aksesoris. Horor. Maksud saya, horor jika kalian tdk terpesona. Mereka lebih imut dibandingkan kucing paling imut yg diberikan pakaian pink dan pita2. Mereka kompak menari, begitu lincah berputar2 di atas panggung, persis seperti menonton tujuh atau sembilan lionel messi yg bersiap menggetarkan jala gawang lawannya. Dan jangan tanya soal ketampanan atau kecantikan. Group penyanyi ini amat tampan (kalau cowok), dan sangat, sangat cantik (cewek). Lucu-lucu, tidak kalah dengan anak SMP atau SMA, di usia mereka yg ada loh sudah lewat seperempat abad. Mereka amat fashionable, hingga pasar baru, tanah abang, FO-FO, tidak akan kalian temukan gaya berpakaian seperti ini.

4. Fans. Nah, ini dia yg lebih hebat lagi. Fans mereka jutaan, yang terdiri dari remaja2 pintar dan cerdas. Generasi muda yg terdidik, pandai bertutur kata serta sangat membanggakan, yg pandai menggunakan twitter, facebook, bahkan jago sekali merangsek website eropa, amerika yg kebetulan sama dgn nama personil group ini, keukeuh kalau mereka lbh tahu dari siapapun meskipun pemilik website bilang dalam bahasa Inggris salah alamat. Saya belum pernah menemukan kerumunan yg menjerit-jerit padahal group penyanyi ini baru nyengir. Belum pernah. Dan tanyakan kpd fans ini, kenapa mereka suka? Maka jawabannya, ‘keren gila!’ atau ‘unyu-unyu’. Astaga, di mana lagi kalian akan menemukan fans yg mencintai sesuatu begitu apa adanya, sehingga bahkan tdk perlu tahu dan mana mau tahu apa sebenarnya kelebihan dan kehebatan idolanya. Jangan tanya lbh detail kdp fans ini, mereka akan marah pd kalian, dan menuduh kalian hater yang telmi serta kuper.

5. Industri yg prima. Tdk cukup dengan menyiksa, eh maaf, menghibur kita semua dengan suara emas bertahta permata mutu manikam, mereka juga merangsek ke industri lain. Akting misalnya! Bukan main, adegan2 hebat tersaji di depan mata, benar2 seperti menonton teater broadway, dari aktor2 atau aktris2 berbakat kelas dunia. Boleh jadi, sebentar lg mereka akan menulis buku, menulis novel2, dsbgnya, yg membuat tulisan2 bagus di masanya menjadi seperti prakarya anak2 SD. Inilah masa depan musik Indonesia, di-isi begitu banyak penyanyi multi-talenta.

Pada akhirnya, sy berharap mereka akan terus eksis, menjadi simbol kebudayaan hebat Indonesia. Dan kpd fans2 setianya, selamat, kalian punya idola yg pantas dibanggakan. Kalian sungguh ihklas dan tulus telah menjadi pangsa pasar industri artifisial yang sebenarnya tidak peduli apakah penggemarnya jadi lebih baik atau lebih buruk. Apalagi fans anak2, remaja2, saya sungguh terpesona melihat anak kecil tiba2 nyanyi: “Lihat yg mulus (belok)… Kamu cowo gampangan”, menari2. Atau lirik2 cinta2an, kosong, dan lain lain yang dahsyat itu.

Saya tdk pernah habis pikir, bagaimana mungkin ada yg keberatan dgn fenomena ini. Sama tdk habis pikirnya, bahkan ada loh, fans mereka2 ini yg menganggap notes seperti yg sy tulis ini adalah sungguh sebuah pujian pd idola mereka. bukan main. sy minta maaf kalau kurang pantas dan lebay. salam unyu-unyu!