Rahasia

Saat usia tak lagi bisa dihitung dalam hitungan jari. Saat keinginan memiliki teman sehidup sesurga telah memuncak. Saat rasa rindu muncul, entah untuk siapa. Saat mulai tertekan dengan pertanyaan nyinyir orang-orang tentang kapan mau menyelamatkan setengah agama. Maka, saat itu pula ingin rasanya punya planet sendiri, tinggal di sana untuk beberapa waktu. Setidaknya membersihkan telinga dan hati dari situasi yang memekakkan itu.

Pertanyaan-pertanyaan serupa kadang datang dalam bentuk sindiran, tamparan, kepedulian, bahkan karena ada bakso dalam bakso. *nyam nyam..

Yang sudah melewati masa ini pasti paham bagaimana rasanya berada pada posisi ini. Maka mengertilah, jangan hanya bertanya, tapi ringankanlah beban mereka yang selalu berusaha untuk berada di jalan yang benar. Bantu mereka untuk keluar dari zona yang tidak nyaman ini, mungkin ada adik, teman atau saudara yang kiranya sesuai untuknya. Pun jika belum bisa memberikan bantuan, setidaknya do’akanlah atau setidaknya jangan bertanya. Karena, mendapatkan pertanyaan seperti itu sama seperti menusukkan bulu sikat gigi ke pipi. Sedikit mungkin rasanya geli, tapi kalau datangnya rombongan rasanya sakit juga.

Duhai jiwa yang masih merindu, dekatilah Sang Pemilik hati. Minta selalu do’a kedua orang tua, do’a siapa saja yang sering bertanya. Perbanyak ilmunya. Sibukkan diri dengan kebaikan. Bijaklah dengan rasa yang kau miliki. Jangan biarkan keegoisan melalaikanmu. Jika ingin mencari yang sempurna atau menunggu dirimu sempurna, maka tunggulah Bawang Merah jadi Cinderella. Kau tak akan mendapatkan apa yang sebenarnya kau butuhkan.

Memang, kisah dari setiap drama yang kita lakoni berbeda. Tapi, jika benar-benar ingin, maka bergeraklah meski selangkah. Semoga langkah-langkah itu menuntunmu menemukannya, yang telah lama Ia simpan untukmu